My Family is My Team

Halo perkenalkan namaku Nazma, umurku 10 tahun dan aku duduk di kelas 5 SD. Aku bersekolah di sebuah SDIT di Depok. Sahabatku di sekolah ada buannnyaaaak.. banget, soalnya aku itu orangnya humoris. Aku punya 3 adik lhooo, namanya Nazif, Nafis, dan Naira, waw kecil-kecil cabe rawit. Adikkku yang bernama Naira sering banget bikin aku marah karena dia pernah ngambil tempat pensilku dan dia bawa ke tempat ngajinya buat dipamerin ke teman-temannya. Nafis, adikku yang laki-laki sukanya ngajak berantem pokoknya gemeeesz mau marahin dia sambil melotot. Nah Nazif itu kadang-kadang suka mengigit orang. Ummi aku pernah digigit sama Nazif sampe biru. Oh iya aku lupa kasih tau kalian umur meraka, Naira itu umur 5 tahun, sedangkan Nafis 2 tahun tapi 2 bulan lagi dia sudah berusia 3 tahun, kemudian Nazif atau Si Endut umurnya 10 bulan. Kenapa aku panggil Si Endut? Soalnya dia paling gendut di antara kita berempat.

Baik, cukup dulu perkenalannya, sekarang kita mulai ya ceritanya. “Assalamualaikum aku pulang.” kataku sambil membuka pintu. “Kakak Yupinya mana?” Nafis menunggu diberi Yupi olehku dengan penuh harap. Yupi adalah permen yang kenyal dan manis. Pasti kalian semua pada tau lah ya. “Kak, Nai dibeliin nggak” tanya Naira. Aku menjawab dengan memelas “Nanti dong, kakak mau ganti baju dulu nih” ujarku. “Iya dehh” sahutnya. Saat aku menutup pintu kamar untuk berganti baju adikku berkata lagi “Kakak Yupinya rasa apaa..?”
Ya begitulah mereka, setiap aku berganti baju mereka selalu menunggu setia di depan pintu. Setelah selesai berganti baju aku mencium tangan Umiku dulu, lalu memberikan Yupi kepada mereka. Tanpa mengucapkan terima kasih mereka langsung membuka Yupi itu dan memakannya. Tak ketinggalan Si Kecil Nazif pun merengek kepadaku dengan bahasa bayinya, mungkin minta Yupi juga kali ya? Hehe..

Sore Hari…

“Inai ngaji yuuk…” teman-teman Naira memanggil-manggil di depan pagar. “Tungguuu..” jawab Naira sambil berteriak. Seperti biasa aku bilang “Beliin papeda yaa” kataku sembari memberikan uang dua ribu rupiah kepadanya. Naira mengacungkan jempol, tak lama kemudian aku pun tertidur… Setelah beberapa saat, samar-samar terdengar suara ummi berbicara kepadaku “Kakak bangun kak. papedanya udah ada tuh” Ujar Ummi. Saat aku ke ruang keluarga, tiba-tiba aku melihat adikku sedang memakan papeda, aku pun meminta titipanku dan tiba-tiba Naira berkata “Kak papedanya nih” Ia memberi papeda hanya satu, Aku pun bimoli (bibir monyong 5 senti) yang berarti aku ngambek. “Nai kan kakak minta dua kok cuma dibelikan satu?!” ujarku. Dengan wajah yang merasa tidak bersalah, Naira menjawab “Oh iya lupa, nih satu lagi” Dan aku pun terkejut, karena papeda yang ia berikan adalah papeda sisa bekas dimakan dia, dan papeda itu tinggal setengah, mau tidak mau, aku harus menerimanya. Ummi pun berkata “Udah sabar aja ya kak, namanya juga anak kecil” Dan begitulah yang sering terjadi.

Sekarang aku mau menceritakan tentang Ummi dan Abi yaa.., Ummiku itu baik tapi kalau sedang marah ummi itu serem deh. Hehe.. tapi ummi suka beliin aku barang yang aku mau. Abi juga dong kan uangnya di abi, tapi yang ngebolehin ummi, hmm ngerti gak? Kalau nggak ngerti tanya aja sama penulisnya di blog aku yaitu www.nazma.me, ok?

Suatu waktu aku pergi ke Bandung bersama Ummi, Abi dan adik-adik. Waktu itu aku ke Bandung dalam rangka mau mengikuti acara Exploring Biologi For Kids 2018 yang diadakan di Kampus ITB. Aku bertanya kepada abi saat sedang di mobil “Bi kita telat gak ya?” Ummi menjawab “Udah tunggu aja, nanti juga diumumin” ujar Abiku. “Yuk ke tempat pendaftaran ulang” Abi menggandengku dan Naira setibanya di ITB. Aku dan adikku diberi kacamata 3D yang terbuat dari kertas yang di print lalu kacanya dari plastik dan memakai tali. Setiap kelompok memiliki warna kacamata yang berbeda. Kalau kelompokku berwarna cokelat muda. Setelah mendaftar ulang, aku masuk ke dalam ruangan yang terdapat 4 meja. Di sana aku berkenalan dengan Kak Yora. Sayangnya karena aku terlambat datang, maka percobaan pertama batal, “Nazma nggak apa-apa kan, kelewat 1 meja?” tanya kak Yora “Hmmm… ya mau gimana lagi kak, gak papa deh” ujarku dengan muka agak kecewa.

“Nah di meja kedua ini kita mau belajar, tentang kenapa kalian itu mirip sama ayah dan bunda, kita liat DNA dari pisang ya” Kak Yora memberikan penjelasan. “Nazma menyimak ini, kalo Naira masukin garamnya ya..” Nah ini yang putih-putih namanya DNA, yang bikin Nazma sama Naira mirip ayah bunda” kata Kak York panjang lebar. “Nah sambil kalian menunggu teman lain yang belum selesai, mau liat kuman nggak?” Tanyanya sambil menarik kursi yang aku duduki agar dekat dengan mikroskop. Aku melihat sesuatu yang berwarna putih yang sangat kecil, yap itu adalah kuman. setelah itu aku pergi dan bergantian dengan Naira. kami pergi ke meja selanjutnya, kami di ajari membuat kimchi, dan makanan fermentasi yang lain.

Di tahapan meja selanjutnya kami diperintahkan untuk mengambil salah satu ikan yang kecil. Aku mengambil ikan yang berwarna oranye. lalu kami taruh di gelas plastik yang di beri air. kami diberi air panas satu cup kecil lalu kami menuangkannya di gelas yang tadi diberi. ikannya ternyata bergerak lebih cepat. dan kami di beri air dingin untuk percobaan selanjutnya, aku menuangkannya ke dalam gelasnya lalu ikan itu bergerak seperti biasa lagi. Setelah selesai. kami pun keluar dan mendapat yoghurt, makanan ringan dan halal seperti kuaci, dan lainnya. Setelahnya kami pergi ke tempat penjemputan lalu pulang…

*daahhhh sudah dulu yaa.
**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *